AHLAN WA SAHLAN DI BLOG FADIL AL FAQIR

SEMOGA BERMANFAAT UNTUK ANDA SEMUA AMIIIN...

AHMAD FADIL DWI EFENDI
  • AHLAN WASAHLAN

    selamat datang di blog kami !, jangan lupa di like dan jangan lupa juga untuk berkunjung di lain hari ,kami pastikan anda akan mendapat dorprise dari kami*_*


Situbondo–  Presiden Joko Widodo telah meresmikan perubahan status Institut Agama Islam Ibrahimy (IAII) Sukorejo, menjadi Universitas Ibrahimy (UNIB). Perubah status perguruan tinggi Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah ini, akan berdampak terhadap penambahan Program Studi (Prodi) baru.

Universitas Ibrahimy akan menambah sepuluh Prodi baru, terdiri dari enam Prodi rumpun eksakta dan empat Prodi rumpun sosial. Demikian diungkapkan Rektor IAII Prof. DR. Abu Yazid, kepada wartawan kemarin.

Menurut Abu Yazid,  penambahan prodi  secara otomatis akan merubah struktur fakultas dan jurusan.  Jika mempertimbangkan efisiensi empat Fakultas Agama yang ada, bisa demarger menjadi satu Fakultas yaitu Fakultas Agama Islam (FAI).

Meski demikian kata Abu Yazid, marger empat Fakultas Agama tersebut baru salah satu opsi saja. Bisa jadi, Empat Fakultas Agama yaitu Fakultas Syari’ah, Tarbiyah, Dakwah dan Fakultas Ekonomi-Bisnis Islam, tidak dimarger untuk menjaga eksistensi prodi agama di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo. Hanya saja akan kurang efisien.

Profesor bidang filsafat islam itu menambahkan, memang ada beberapa opsi terkait rencana perubahan Prodi dan akan dimatangkan bersama pihak yayasan. Penambahan Prodi akan berdampak pada restrukturisasi pimpinan, baik di tingkat Institut maupun akademik.  Sesuai ketentuan statuta dan peraturan perundang-undangan, restrukturisasi pimpinan sepenuhnya menjadi kewenangan Yayasan Pondok Pesantren.

Abu Yazid menambahkan,  kebutuan mendesak  yang harus dilakukan yaitu mempersiapkan sarana dan prasarana perkuliahan serta laboratorium.  Selain itu, pemenuhan dosen baik dosen homebase maupun dosen rasio sesuai jumlah penambahan prodi.

Lebih jauh Abu Yazid menegaskan,  selain Fakultas Agama, Universitas Ibrahimy juga menyediakan fakultas-fakultas umum, diantaranya, Fakultas Sain dan Teknologi, Fakultas Sosial dan Humaniora, serta Fakultas Kesehatan.
Share:

makalah pelajaran sorrof


MAKALAH ILMU SOROF - bagaimana membaca kitab kuning
A.    Definisi Al-Huruf al-Zaidah
Huruf Zaidah adalah huruf yang ditambah dari huruf-huruf yang asli. Adakalanya di tambah satu huruf, dua huruf atau pun tiga huruf. 

B.     Huruf Zaidah pada Al-Tsulasi Al-Mazid
Fi`il Tsulasi Mazid adalah kata kerja yang huruf asalnya terdiri atas tiga huruf, lalu mendapatkan tambahan satu,dua, atau tiga huruf. Tambahan tersebut berfungsi untuk memperoleh 
 Pada bab Tsulasi Mazid yang menggunakan huruf tambahan dengan 1 huruf ada 3 bab :
1.     اَفْعَلَ يُفْعِلُ اِفْعَا لاً   timbangannya اَكْرَمَ يُكْرِمُ اِكْرَامًا
Pada dasarnya fi’il madhinya itu tiga huruf yaitu فَعَلَ kemudian ditambah dengan hamzah pada awalnya menjadi اَفْعَلَ artinya “memperbuat”, fungsinya adalahالتَّعْدِيَة yakni menjadikan مُتَعَدِّى atau transitif ( bersangkutan dengan kata kerja yang memerlukan objek ) akan fi`il-fi`il yang lazim. Seperti كَرُمَ artinya “ mulia”, kalau kita pakai dengan ma’na  مُتَعَدِّى maka kita buat buat seperti pada misal اَفْعَلَ , dengan menambah hamzah pada awalnya menjadi اَكْرَمَ artinya “memuliakan”[1].  Misal pada kalimat  أكرمت زيدًا  “saya memuliakan Zaid”
Contoh kalimat lain yang serupa dengan timbangan اَفْعَلَ yaitu[2] :
1.      اَحْسَنَ artinya “ berbuat kebaikan”
2.      اَبْعَدَ artinya “ menjauhakan”
3.      اَسْقَطَ artinya “ menggugurkan”
4.      اَصْلَحَ artinya “mendamaikan”
5.      اَقْفَلَ artinya “ mengunci”
6.      اَقْرَبَ artinya “ mendekatkan”
2.       يُفَعِّلُ تَفْعِيْلًا فَعَّلَ  timbangannya فَرَّحَ يُفَرِّحُ تَفْرِيْحًا
Tandanya adalah fi`il madhinya 4 huruf dengan tambahan huruf diantara fa’ fi`il dan `ain fi`il. Pada bab ini ada 2 fungsi :
1.      التَّعْدِيَة yaitu menjadikan  مُتَعَدِّى fi`il yang lazim misal, صَدَقَ “benar” menjadi صَدّقَ ”membenarkan”.
2.      للدّلالة على التّكثير “Menunjukkan arti memperbanyak”. Misal, مَوْتَتِ الاِبْلُ “banyak unta yang mati”.
Contoh lain yang serupa dengan timbangan فَعَّلَ yaitu :
1.      خَرَّجَ “mengeluarkan”
2.      قَدَّرَ “menentukan”
3.      جَلَّدَ “menguliti”
4.      كَثَّرَ “membanyakkan”
5.        صَرَّحَ “menegaskan”
3.    فَاعَلَ يُفَاعِلُ مُفَاعَلَةً timbangannya قَاتَلَ يُقَاتِلُ مُقَاتَلَةً
Tandanya adalah fi`il madhi’a 4 huruf dengan tambahan Alif  diantara fa’ fi`il dan `ain fi`ilnya, fungsinya di bab ini adalahوللدّلالة على التّكثير   المُشَارَكَة بَيْنَ الاِثْنَيْنِ yaitu saling melakukan antara dua orang[3] dan menunjukkan arti banyak.  Misal, قَاتَلَ زَيْدٌ عَمْرًا  “Zaid dan Umar saling membunuh”, ضا عف الله ثوابًا “ Allah melipatgandakan pahala”. 
Contoh lain yang serupa dengan timbangan فَاعَلَ yaitu :
1.      خَادَعَ “ menipu”
2.      فَارَقَ “berpisah”
3.      سَاعَدَ “menolong”
4.      حَارَبَ “memerangi”
5.      جَاهَدَ “bersungguh-sungguh”

Bab Tsulasi Mazid yang menggunakan tambahan 2 huruf ada 5 bab yaitu :
1.      اِنْفَعَلَ يَنَفَعِلُ اِنْفِعَاَلاً  timbangannya اِنْكَسَرَ يَنْكَسِرُ اِنْكِسَارًا
Tandanya adalah fi`il madhinya 5 huruf dengan tambahan Hamzah dan Nun pada awalnya, fungsinya yaitu المُطَوَعَة “ akibat”.misal, كسّرت الزجاج فانكسر “saya memecahkan kaca, maka menjadi pecah”.
 contoh lain yang serupa dengan timbangan اِنْفَعَلَ yaitu[4]:
1.      اِنْدَفَعَ “tertolak”
2.      اِنْسَحَبَ “tertarik”
3.      اِنْكَدَرَ “bersegera”
4.      اِنْخَدَعَ “tertipu”
5.      اِنْقَطَعَ “terputus”
2.      اِفْتَعَلَ يَفْتَعِلُ اِفْتِعَالاً  timbangannya اِجْتَمَعَ يَجْتَمِعُ اِجْتِمَاعًا [5]
Tandanya adalah fi`il madhinya 5 hruf dengan tambahan Hamzah pada awalnya dan huruf Ta antara fa fi`il da `ain fi`il. Fungsi  pada bab ini ada 3:
1.       المُطَوَعَة “akibat” . misal, جمعت الأبل فاجتمع “saya mengumpulkan unta, maka berkumpul”
2.      لأتخاد “mengambil”. Misal, أختبز زيد
3.      لزيادة المبالغة فى معنى “menyangatkan makna”. Misal,  زيدأكتسب   “Zaid sungguh-sungguh berusaha”.

Contoh lain yang serupa dengan timbangan أفتعل :
4.      اِجْتَمَعَ “berkumpul”
5.      اِحْتَرَقَ “terbakar”
6.      اِسْتَمَعَ “mendengar”
7.      اِقْتَرَبَ “hampir”
8.      اِكْتَسَبَ “ mendapat”

3.      أِفْعَلَّ يَفْعَلُّ أِفْعِلاَ لاً   timbangannya أِحْمَرَّ يَحْمِرُّ أِحْمِرَارًا
Tandanya adalah fi`il madhinya 5 huruf dengan tambahan huruf  Hamzah pada awalnya dan huruf yang serupa dengan lam fi`ilnya yaitu huruf Ra. Fungsinya adalah مبالغة لازم  yaitu melebihkan. Seperti حَمِرَ  yaitu telah merah, menjadi اِحْمَرَّ   telah bertambah merah. Pada bagian lain dsebut juga fungsi bab ini adalah
للدّلالة على الدّخول في الصفة “menunjukkan arti yang masuk kedalam suatu sifat”. Misal,  أحمرّ التمر “buah kurma itu memerah”[6].
Misal lain yang serupa dengan timbangan اِحْمَرَّ  yaitu :
   أِصْفَرَّ “ bertambah kuning”       
أِرْزَقَّ   “ bertambah biru”
أِخْضَرَّ   “bertambah hijau”
أِشْعَلَّ  “ kusut”
أِسْمَرَّ “bertambah hitam manis”

4.      تَفَعَّلَ يَتَفَعَّلُ تَفَعُّلاً    timbangannya  تَكَلَّمَ يَتَكَلَّمُ تَكَلُّمًا 
Tandanya adalah fi`il mahinya 5 huruf dengan tambahan huruf Ta  pada awalnya dan huruf yang sejenis dengan `Ain fi`ilnya yaitu diantara Fad dan `Ain. Fungsinya pada bab ini da 3 yaitu:
1.       للتَّكَلُفْ “memaksakan diri”,misal, تشجّع زيد ”Zaid memberanikan diri”.
5.      تَفَاعَلَ يَتَفَاعَلُ تَفَعُلاً timbangannya  تَبَاعَدَ يَتَباَعَدُ تَبَاعُدًا
Tandanya adalah fi`il madhinya 5 huruf dengan tambahan huruf Ta pada awalnya dan Alif diantara Fa fi`il dan `Ain fi`il. Maknanya adalah  لِلْمُشَرَكَةِ بِيْنَ الاِثْنَيْنِ  misalnya,
تَصَالَحُ الْقَوْمُ   . misal yang serupa dengan timbangan تَفَاعَلَ yaitu :
تَصَادَقَ “bersahabat”
تَحَادَثَ “berbicara”
تَقَاتَلَ “berbunuh-bunuhan”
تَلاَعَبَ “bermain-main”
تَعَارَفَ “berkenalan”
Bab Tsulasi Mazid dengan tambahan 3 huruf ada 4 bab:
1.      أِسْتَفْعَلَ يَسْتَفْعِلُ أِسْتِفْعِالاً  timbangannya  أِسْتَغْفَرَ يَسْتَغْفِرُ أِسْتِغْفَا رًا
Tandanya adalah fi`il madhinya adalah 6 huruf dengan tambahan Hamzah, Sin, dan Ta pada awalnya. Tujuan bab ini adalah untuk meminta seperti misal:
أِسْتَغْفَرَ
أِسْتَرْحَمَ
أِسْتَنْصَرَ
2.       يَفْعَوْعِلُ أِفْعِيْعَالاًأِفْعَوْعَلَ timbangannya أِعْشَوْشَبَ يَعْشَوْشِبُ أِعْشِيْشَابًا
Tandanya adalah fi`il madhinya 6 huruf dengan tambahan huruf Hamzah pada awalnya, satu huruf yang serupa dengan `Ain fi`ilnya dan huruf Waw diantara Fa fi`il dan `Ain fi`il.
3.       يَفْعَوِّلُ أِفْعِوَّلًا أِفْعَوَّلَ timbangannya أِجْلَوَّذ يَجْلَوِّذُ أِجْلِوَّاذًا
Tandanya adalah fi`il madhinya 6 huruf dengan tambahan huruf Hamzah pada awalnya dan 2 huruf waw diantara Fa fi`il dan `Ain fi`il.
4.       أِفْعَا لَّ يَفْعَا لُّ أِفْعِيْعَا لًا timbangannya أِحْمَارَّ يَحْمَارُّ أِحْمِيْمَارًا
Tandanya adalah fi`il madhinya 6 huruf dengan tambahan huruf Hamzah pada awalnya, huruf Alif antara `Ain fi`il dan Lam fi`il dan satu huruf yang menyerupai Lam fi`il dan diidghamkan pada Lam fi`il.




1.1.Huruf Zaidah pada bab Ruba`I Mazid
Ruba`I mazid iyalah 4 huruf yang ditambah, yaitu fi`il madhi yang asalnya 4 huruf kemudian ditambah seperti kalimat  دَحْرَجَ menjadi تَدَحْرَجَ. Pada bab Ruba`i Mazid ada 3 bab :
1.      تَفَعْلَلَ يَتَفَعْلَلُ تَفَعْلُلًا  timbangannya تَجَلْبَبَ يَتَجَلْبَبُ تَجَلْبُبًا
Tandanya adalah fi`il madhinya 5 hruf dengan tambahan huruf  Ta pada awalnya. Binanya adalah مُطَاوَعَةْ  “terjadi”. Seperti تَدَحْرَجَ artinya berguling, sedangkan asalnya adalah  دَحْرَجَ artinya “ menggulingkan”.
2.       يَفْعَنْلِلُ أِفْعِنْلاَلاً أِفْعَنْلَلَ  timbangannya أِحْرَنْجَمَ يَحْرَنْجِمُ أِحْرِنْجَامًا
Tandanya adalah fi`il madhinya 5 huruf dengan tambahan huruf Hamzah pada awalnya  Nun antara `Ain fi`il dan Lam fi`il dan huruf Lam pada Lam fi`ilnya. Binanya adalah
3.      أِفْعَلَلَّ يَلفْعَلِلُّ أِفْعِلَّالاً timbangannya  أِقْشَعَرَّ يَقْعَشِرُّ أِقْشِعْرَارًا
Tandanya adalah fi`il madhinya 5 huruf dengan tambahan huruf Hamzah pada awalnya dan 1 huruf yang serupa dengan Lam fi`il yang kedua dan diidghamkan pada Lam fi`il tersebut. 


[1] Kitabu At-Tashrif, hal.66
[2] Ibid, hal. 64
[3] Matan Bina Wal Ashas, Abdullah, Putra Aceh Jaya: Banda Aceh. Hal. 3
[4] Kitab At-Tashrif. Hal. 80
[5] Kitab At-Tashrif  hal. 79
[6] Akhmad Munawari, Belajar Cepat Tata Bahasa Arab, Nurma Media Idea: Yogyakarta, 2013.hal.15

Share:

foto pribadi












Share:

foto tentang pesantren



Share:
SEJARAH KABUPATEN SITUBONDO


Berdasarkan Legenda Pangeran Situbondo, nama Kabupaten Situbondo berasal dan narna Pangeran Situborido atau Pangeran Aryo Gajah Situbondo, dimana sepengetahuan masyarakat Situbondo bahwa Pangeran Situbondo tidak pernah menampakkan diri, hal tersebut dikarenakan keberadaannya di Kabupaten Situbondo kemungkinan sudah dalam keadaan meninggal-dunia akibat kekalahan pertarungannya dengan Joko Jumput, sehingga hanya ditandai dengan ditemukannya sebuah 'odheng' (ikat kepala) Pangeran Situbondo yang ditemukan di wilayah Kelurahan Patokan dan sekarang dijadikan Ibukota Kabupaten Situbondo.Sedangkan menurut pemeo yang berkembang di masyarakat, arti kata SITUBONDO berasal dan kata : SITI = tanah dan BONDO ikat, hal tersebut dikaitkan dengan suatu keyakinan bahwa orang pendatang akan diikat untuk menetap di tanah Situbondo, Kenyataan mendekati kebenaran karna banyak orang pendatang yang akhirnya menetap di Kabupaten Situbondo.

LEGENDA PANGERAN SITUBONDO

Pengeran Situbondo atau Pengeran Aryo Gajah Situbondo besaral dan Madura, pada suatu ketika dia ingin meminang Putri Adipati Suroboyo yang terkenal cantik, maka datanglah Pangeran Situbondo ke Surabaya untuk melamar Putri Adipati Suroboyo, namun sayang keinginan Pangeran Situbondo sebenarnya ditolak oleh Adipati Suroboyo, akan tetapi penolakannya tidak secara terus-terang hanya diberi persyaratan untuk membabat hutan di sebelah Timur Surabaya, padahal persyaratan tersebut hanyalah suatu alasan yang maksudnya untuk mengulur-ulur waktu saja, sambil merencanakan siasat bagaimana caranya dapat menyingkirkan Pangeran Situbondo;

Kesempatan Adipati Suroboyo menjalankan rencananya terbuka ketikakeponakannya yang bernama Joko Taruno dan Kediri, karena rupanya Joko Taruno juga bermaksud menyunting putrinya, dan Adipati Suroboyo tidak keberatan namun dengan syarat Joko Taruno harus mengalahkan Pangeran Situbondo terlebih dahulu. Terdorong keinginannya untuk menyunting sang putri, maka berangkatlah Joko Taruno ke hutan untuk menantang Pangeran Situbondo, namun sayang Joko Taruno kalah dalam pertarungan tetapi kekalahannya tidak sampai terbunuh, sehingga Joko Taruno masih sempat mengadakan sayembara bahwa "barang siapa bisa mengalahkan Pangeran Situbondo akan mendapatkan hadiah separuh kekayaannya".
Mendengar sayembara tersebut datanglah Joko Jumput putra Mbok Rondo Prabankenco untuk mencoba, maka ditantanglah Pangeran Situbondo oleh Joko Jumput, dan ternyata dalam pertarungan tersebut dimenangkan Joko Jumput, sedangkan Pangeran Situbondo tertendang jauh ke arah Timur hingga sampai di daerah Kabupaten Situbondo ditandai dengan ditemukannya sebuah 'odheng' (ikat kepala) Pangeran Situbondo, yang tepatnya ditemukan di wilayah Kelurahan Patokan yang sekanang menjadi Ibukota Kabupaten Situbondo.
Selanjutnya kembali ke Surabaya dimana di hadapan Adipati Suroboyo kemenangan Joko Jumput atas Pangeran Situbondo diakui oleh Joko Taruno sebagai kemenangannya, namun Adipati Suroboyo tidak begitu saja mempercayainya, maka untuk membuktikannya' disuruhlah keduanya bertarung untuk menentukan siapa yang menjadi pemenang sesungguhnya. Akhirnya pada saat pertarungan terjadi Joko Taruno tertimpa kutukan menjadi patung "Joko Dolog" akibat kebohongannya.

SEJARAH KOTA SITUBONDO

Sejarah Kabupaten Situbondo tidak terlepas dari sejarah Karesidenan Besuki, sehingga kita perlu mengkaji terlebih dahulu sejarah Karesidenan Besuki. Yang membabat Karesidenan Besuki pertama kali adalah Ki Pateh Abs (± th 1700) selanjutnya dipasrahkan kepada Tumenggung Joyo Lelono. Karena pada saat itu juga Belanda sudah menguasai Pulau Jawa (± th 1743) terutama di dáerah pesisir termasuk pula Karesidenan Besuki dan dengan segala tipu-dayanya, maka pada akhirnya Tumenggung Joyo Lebono tidak berdaya hingga Karesidenan Besuki dikuasai sepenuhnya oleh Belanda.
Pada masanya (± th 1798) Pemerintahan Belanda pernah kekurangan keuangan untuk membiayai Pemerintahannya, sehingga Pulau Jawa pernah dikontrakkan kepada orang China, kemudian datanglah Raffles (± th 1811 - 1816) dan Inggris yang mengganti kekuasaan Belanda dan menebus Pulau Jawa, namun kekuasaan Inggris hanya bertahan beberapa tahun saja, selanjutnya Pulau Jawa di kuasai kembali oleh Belanda, dan diangkatlah Raden Noto Kusumo putra dan Pangeran Sumenep Madura yang bergelar Raden Tumenggung Prawirodiningrat I (± th 1820) sebagai Residen Pertama Karesidenan Besuki.

Dalam masa Pemerintahan Kacten II banyak membantu I-'emenntaii Belanda dalam membangun Kabupaten Situbondo, antara-lain Pembangunan Dam Air Pintu Lima di Desa Kotakan Situbondo.
setelah Raden Prawirodiningrat I meninggal-dunia sebagai penggantinya adalah kaden Prawirodiningrat II (± th 1830). Dalam masa Pemerintahan Raden Prawirodiningrat II banyak menghasilkan karya yang cukup menonjol antara-lain berdirinya Pabrik Gula di Kabupaten Situbondo, dimulai dan PG. Demas, PG. Wringinanom, PG. Panji, dan PG. Olean, maka atas jasanya tersebut Pemerintah Belanda memberikan hadiah berupa "Kalung Emas Bandul Singa".
Perlu diketahui pula pada masa Pemerintahan Raden Prawirodiningrat II wilayahnya hingga Kabupaten Probolinggo, terbukti salah seorang putranya yang bernama Raden Suringrono menjadi Bupati Probolinggo.
Setelah Raden Prawirodiningrat II meninggal-dunia sebagai penggantinya adalah Raden Prawirodiningrat III (± th 1840). Tetapi dalam masa Pemerintahan Raden Prawirodiningrat III perkembangan Karesidenan Besuki kalah maju dibanding Kabupaten Situbondo, mungkin karena di Kabupaten Situbondo mempunyai beberapa pelabuhan yang cukup menunjang perkembangannya, yaitu antara-lain : Pelabuhan Panarukan, Kalbut dan Jangkar, sehingga pada akhimya pusat pemerintahan berpindah ke Kabupaten Situbondo dengan Raden Tumenggung Aryo Soeryo Dipoetro diangkat sebagai Bupati Pertama Kabupaten Situbondo, dan wilayah Karesidenan Besuki dibagi menjadi 2 yaitu: Besuki termasuk Suboh ke arah Barat hingga Banyuglugur ikut wilayah Kábupaten Bondowoso dan Mlandingan ke arah Timur hingga Tapen ikut wilayah Kabupaten Situbondo, hal ini terbukti dan logat bicara orang Besuki yang mirip dengan logat Bondowoso dan logat bicara orang Prajekan mirip dengan logat Situbondo.

PERUBAHAN NAMA KABUPATEN

Pada mulanya nama Kabupaten Situbondo adalah "Kabupaten Panarukan" dengan Ibukota Situbondo, sehingga dahulu pada masa Pemerintahan Belanda oleh Gubernur Jendral Daendels (± th 1808 - 1811) yang membangun jalan dengan kerja paksa sepanjang pantai utara Pulau Jawa dikenal dengan sehutan "Jalan Anyer - Panarukan" atau lebih dikenal lagi "Jalan Daendels", kemudian seiring waktu berjalan barulah pada masa Pemerintahan Bupati Achmad Tahir (± th 1972) diubah menjadi Kabupaten Situbondo dengan Ibukota Situbondo, berdasankan Peratunan Pemerintah RI Nomor. 28 / 1972 tentang Perubahan Nama dan Pemindahan Tempat Kedudukan Pemerintah Daerah.

Perlu diketahui pula bahwa Kediaman Bupati Situbondo pada masa lalu belumlah berada di lingkungan Pendopo Kabupaten namun masih menempati rumah pribadinya, baru pada masa Pemerintahan Bupati Raden Aryo Poestoko Pranowo (± th 1900 - 1924), dia memperbaiki Pendopo Kabupaten sekaligus membangun Kediaman Bupati dan Paviliun Ajudan Bupati hingga sekarang ini, kemudian pada masa Pemerintahan Bupati Drs. H. Moh. Diaaman, Pemerintah Kabupaten Situbondo memperbaiki kembali Pendopo Kabupaten (± th 2002). (www.situbondokab.go.id)
berikut foto-foto bersejarah :


alun-alun kota situbondo tempo duluo
 foto bangunan tempo dulu


pohon beringin di alun-alun besuki


Share:

ahlulbait pondok pesantren salafiyah syafiiyah


Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo adalah salah satu pesantren terbesar di Jawa Timur. Pesantren ini didirikan oleh Kyai Syamsul Arifin pada tahun 1908. Pesantren ini berjarak 34 KM (50 menit) dari arah Kabupaten Situbondo dan 55 KM (1 jam, 13 menit) dari pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Selain pengajaran ilmu-ilmu kitab-kitab klasik, pada tahun 1978 dibuka Sekolah Menengah Pertama, Universitas Ibrahimy (sekarang Institut Agama Islam Ibrahimy) tahun 1968 dan membuka Ma’had Aly pada tahun 1990 sebagai ikhtiar mengatasi kelangkaan ahli Fiqh
Sejarah Singkat
Kiai Syamsul Arifin bersama putranya, As’ad dan beberapa orang santri yang menyertai dari Madura, pada tahun 1328 H / 1908 M, membabat dan merambah hutan dusun Sukorejo desa Sumberejo kecamatan Banyuputih kabupaten Situbondo untuk didirikan sebuah pesantren dan perkampungan. Sejak tahun 1914, pesantren berkembang bersamaan dengan datangnya para santri dari wilayah sekitar Karesidenan Besuki. Tahun itu pula kemudian ditetapkan sebagai tahun berdirinya Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah.

Pada masa perjuangan kemerdekaan, Pesantren Sukorejo tidak hanya menjadi pusat belajar, tapi juga sebagai pusat perjuangan kemerdekaan. Para pejuang banyak ditampung di pesantren, sekaligus sebagai markas penyusunan strategi melawan penjajah. Hal ini dikukuhkan dengan penobatan KHR. As'ad Samsul Arifin dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional.

Proses pembelajaran pada masa awal pesantren dilaksanakan melalui sistem sorogan dan bandongan, hingga kemudian Kiai As’ad pada tahun 1928 memperkenalkan dan mengembangkan sistem pembelajaran klasikal dengan didirikannya berbagai lembaga pendidikan, seperti Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, Aliyah, SD, SLTP, SLTA sampai perguruan tinggi.

Dalam upaya memberikan kontribusi terhadap pendidikan yang sesuai kebutuhan zaman, berbagai lembaga pendidikan kejuruan dan keahlian pun didirikan, seperti Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Lembaga Kader Ahli Fiqh Ma’had Aly dan Madrasatul Qur’an sebagai lembaga kajian dan pendalaman ilmu-ilmu Al Qur’an. Lembaga-lembaga informal seperti kursus dan pelatihan juga turut mewarnai perkembangannya.

Urutan Pengasuh
KHR. Syamsul Arifin (1908 – 1951)
KHR. As’ad Syamsul Arifin (1951 – 1990)
KHR. Fawaid As’ad (1990 – 2012)
KHR. Ach. Azaim Ibrahimy (2012 – sekarang)

Share:

foto tentang UNIVERSITAS IBRAHIMY






Share:

fans berat

kiriman

kiriman(postingan)

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.