AHLAN WA SAHLAN DI BLOG FADIL AL FAQIR

SEMOGA BERMANFAAT UNTUK ANDA SEMUA AMIIIN...

AHMAD FADIL DWI EFENDI
  • AHLAN WASAHLAN

    selamat datang di blog kami !, jangan lupa di like dan jangan lupa juga untuk berkunjung di lain hari ,kami pastikan anda akan mendapat dorprise dari kami*_*

KABAR TENTANG SURAT PINDAH DOMISILI

Surat Pindah Datang, Kabar Terbaru



Pondok Pesantren Sukorejo memahami beberapa keluhan dan kegelisahan para walisantri atau calon walisantri, terkait surat pindah datang bagi para santri Sukorejo. Di beberapa daerah mereka mengalami hambatan dalam mengurus surat pindah datang, atau pihak wali santri merasa keberatan dengan surat pindah datang tersebut. Lora Fadhail, Sekretaris Pondok Pesantren Sukorejo dalam surat edarannya, membeberkan sebagai berikut:

 Pertama, setelah pihak pesantren berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Situbondo, istilah yang digunakan adalah “Surat Pindah Datang” bukan “Surat Pindah Domisili”, sebagaimana dalam Maklumat Pengasuh tertanggal 14 April 2018.

 Kedua, surat pindah datang tersebut, secara prinsip merupakan suatu keharusan bagi semua santri Pondok Sukorejo dalam upaya pencapaian tujuan pendidikan dan tafaqquh fiddin.

 Ketiga, bagi santri yang berasal dari luar Kabupaten Situbondo, surat pindah datang tersebut disahkan atau dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten setempat. Sedangkan santri yang berasal dari Kabupaten Situbondo cukup disahkan atau dikeluarkan oleh kantor kecamatan.

 Keempat, tatacara mengurus surat pindah datang tersebut dapat mendatangi kantor desa atau kelurahan kemudian ke kantor kecamatan. Bagi santri yang berasal dari luar Kabupaten Situbondo, kemudian mendatangi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

 Kelima, bagi walisantri yang menemukan kendala pelayanan dalam mengurus surat pindah datang sesuai ketentuan, maka Pondok Sukorejo mengharapkan adanya surat keterangan dari desa atau kecamatan ataupun Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Surat keterangan tersebut pada intinya berisi tentang problem atau kesulitan dalam kepengurusan surat pindah datang.

 Keenam, bila poin nomor lima tersebut tidak terpenuhi atau bahkan walisantri yang keberatan dengan adanya surat pindah datang bagi putra-putrinya, maka Pondok Sukorejo mengharapkan para walisantri untuk membuat surat pernyataan yang berisi beberapa alasan dan argumentasi mengapa ia belum dapat mengurus atau membuat surat pindah datang bagi putra atau dan putrinya yang berstatus sebagai santri Pondok Sukorejo dengan didukung bukti yang otentik.

 Ketujuh, pada bulan Syawal nanti, surat pindah datang atau surat pernyataan dari walisantri dikumpulkan kepada ketua kamarnya masing-masing. Kemudian, pengurus Pondok Sukorejo akan mengurus secara kolektif surat pindah datang tersebut ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.
Share:

kaligrafi terbesar di dunia

Kaligrafi 'Raksasa' di ponpes sukorejo Situbondo Raih Rekor MURI

Rekor MURY dan DUNIA, Kaligrafi tebesar dunia


REPUBLIKA.CO.ID, SITUBONDO -- Pembuatan kaligrafi berukuran besar (raksasa) oleh santri di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iah Sukorejo, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, memperoleh Rekor Muri Dunia kategori kaligrafi terbesar. Kaligrafi itu bertuliskan teks Pancasila dan tulisan arab.
"Kaligrafi dengan ukuran besar yakni 27 x 9 meter dan bertuliskan teks Pancasila dan tulisan aksara arab selama ini belum pernah ada, sehingga kami anugerahkan Rekor Muri Dunia," ujar Manajer Muri Indonesia, Ridho Ali Amin usai menyerahkan Rekor Muri Kaligrafi di Ponpes Salafiyah Syafi'iah Sukorejo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Senin (22/10).
Menurut dia, kaligrafi "raksasa" itu diharapkan dapat menginspirasi bagi pemuda-pemudi serta para penerus bangsa untuk tetap menjaga Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia. "Sebelumnya kami juga telah melakukan pengukuran panjang dan lebar kaligrafi terbesar yang bertuliskan teks Pancasila dan tulisan aksara arab," ujarnya.
Sementara Pengasuh Ponpes Salafiyah Syafi'iah Sukorejo, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy mengemukakan peluncuran kaligrafi berukuran besar itu sengaja dilakukan pada Hari Santri Nasional 2018.
Ia menjelaskan, pembuatan kaligrafi berukuran besar 27 x 9 meter dan memperoleh Rekor Muri itu memiliki filosofi atau makna tersendiri. Angka 27 merupakan hari pelaksanaan Muktamar NU ke-27 di Ponpes Salafiyah Syafi'iah Sukorejo pada tahun 1983, sedangkan angka 9 merupakan jumlah penyebar agama Islam di Pulau Jawa yaitu Wali Songo.
"Untuk penulis kaligrafi sebanyak 17 orang santri yang memiliki makna turunnya kitab Alquran pada 17 Ramadhan dan juga jumlah shalat lima waktu berjumlah 17 rakaat. Serta Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada tanggal 17," paparnya.
Selain itu, lanjut Kiai Azaim, pembuatan kaligrafi selama 22 hari yang berkaitan dan bermakna tanggal 22 Oktober merupakan Hari Santri Nasional. Kaligrafi "raksasa" itu diangkat oleh sebanyak 313 orang santri.
"Jumlah 313 santri yang mengangkat kaligrafi serta berzikir basmalah 313 kali, memiliki makna pasukan badar yang merupakan perang monumental dalam sejarah Islam diukuti sebanyak 313 sahabat Nabi Muhammad SAW. Dan yang terakhir adalah penyangga berjumlah tujuh, sesuai lapisan tujuh lapis langit dan bumi," tuturnya.
Dalam pantauan, sebelumnya ribuan santri juga melaksanakan upacara di halaman pesantren dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2018. Selain itu juga dilaksanakan kirab santri yang diiringi tabuan musik rebana.
Share:
Share:

cerita para kyai besar pondok pesantren salafiyah syafiiyah

pada suatu hari, ketika Gus Saiful bersilaturrahim kepada KHR. As’ad Syamsul Arifin, ia diajak jalan-jalan ke kawasan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo. Ketika di depan Masjid Ibrahimy, Kiai As’ad berhenti. Kiai As’ad diam sejenak, seakan-akan menerawang jauh ke masa lalu. “Gus, di sinilah saya dulu disumpah menjadi komandan Sabilillah dengan aba sampean,” dawuh Kiai As’ad kepada sang tamunya.

Kiai As’ad pun bertutur, ia bersama sang aba, berjuang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia melalui Laskar Sabilillah.  Laskar Sabilillah merupakan pasukan perjuangan yang dipimpin oleh kiai-kiai pesantren.

 Demikianlah pitutur Gus Saiful Islam, putra KH. Masykur kepada saya beberapa waktu lalu. Kiai Masykur merupakan komandan Markas Besar Sabilillah, mantan Menteri Agama, dan beberapa jabatan penting lainnya. Kiai Masykur juga pernah berkhidmah di PBNU.

 Informasi Gus Saiful tentang “pelantikan” Kiai As’ad sebagai komandan Sabilillah, menarik perhatian saya. Keterangan ini menguatkan dan menjelaskan hasil penelitian saya, sebagaimana dalam buku “Kharisma Kiai As’ad di Mata Umat”.

 Sekitar tahun 1945, di Pondok Sukorejo pernah diadakan pelatihan “Mubalighin” selama beberapa hari, dengan mendatangkan Pengurus Wilayah NU Jawa Timur dan PBNU. Yang menjadi pelatihnya antara lain: Kiai Abdul Wahab Hasbullah dan Kiai Masykur.

Menurut kesaksian Kiai Chudory (Bekas Kelurahan Pesantren Sukorejo), pada waktu pelatihan tersebut, juga dilatih baris-berbaris yang diikuti para Pasukan Sabilillah dan Hizbullah. Di samping itu, juga para peserta pelatihan diberi ijazah Hizib Rifai, Hizib Nashr, Hizib Sakron, Hizib Bahr, Hizib Autad, Ayat Lima, Ayat Tujuh, Ayat Lima Belas, dan beberapa amalan lainnya.



Saya menduga, pada acara pelatihan Mubalighin tersebut, juga diadakan acara pembaiatan pasukan Sabilillah dan mengukuhkan Kiai As’ad sebagai Komandan Sabilillah. Saya tidak tahu persis, jabatan Kiai As’ad sebagai komandan tingkat apa; apakah komandan Markas Sabilillah Daerah Jawa Timur, Markas Sabilillah Karesidenan Besuki, ataukah Markas Sabilillah Kabupaten Panarukan (sekarang, Situbondo). Dari data resmi beberapa anggota veteran Situbondo, Kiai As’ad sebagai komandaSabilillah kabupaten. Namun dari beberapa dokumen yang lain, Kiai As’ad sebagai komandan Sabilillah Karesidenan Besuki. Bahkan menurut beberapa sumber yang lain, Kiai As’ad sebagai komandan Sabillah Jawa Timur. Namun saya kira, Kiai As’ad tidaklah terlalu mempermasalahkan jabatan itu yang penting ia berjuangan dengan sepenuh hati. Ia tipe orang di balik layar.

Barisan Sabilillah ini turut andil dalam pertempuran 10 Nopember 1945 di Surabaya. Mendengar pertempuran di Surabaya yang begitu dahsyat lalu Kiai As’ad mengirim anggota Pelopor dan Pasukan Sabilillah Situbondo ke daerah Tanjung Perak kemudian bertempur hebat di Jembatan Merah. Begitu pula, pengikut Kiai As’ad yang berasal dari Bondowoso, langsung menuju Tanjung Perak kemudian terlibat kontak senjata dengan Belanda di Jembatan Merah. Di sini, Kiai As’ad aktif memimpin.

Menurut keterangan dari Gus Saiful, Kiai As’ad dan ratusan santrinya berangkat ke Surabaya melalui laut; yang jaraknya sekitar 1 km dari Pesantren Sukorejo.  Dalam pertempuran Surabaya, Kiai As’ad bermarkas di rumah Kiai Yasin, Blauran IV/25. Rumah Kiai Yasin ini, memang menjadi markas para kiai yang mempunyai ilmu kanuragan tingkat tinggi. Misalnya, Kiai Gufron, Kiai Ridwan, Kiai Ali, Kiai Muhammad Sedayu, Kiai Maksum, Kiai Mahrus Ali Kediri dan beberapa kiai lainnya.

Dengan demikian, peran kiai-kiai pesantren sangat besar dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Mereka berjuang untuk agama dan bangsa. Dan tugas kitalah, sebagai santri-santrinya, untuk tetap menjaga dan melestarikan warisan perjuangan para kiai tersebut.















Share:

kalkulus


penjumlahan dan Pengurangan Matriks
(Catatan: Untuk materi dasar tentang matriks, silakan buka di materi Matriks Dasar – Pengertian, Jenis, Transpose, dsb.)



Dua matriks atau lebih, dapat dijumlakan hanya jika memiliki ordo yang sama. Penjumlahan dilakukan dengan menjumlahkan elemen-elemen yang berposisi sama. Contoh:

Jika \begin{pmatrix} 1 & 4 \\ 2 & 5 \\ 3 & 6 \end{pmatrix} dan B = \begin{pmatrix} 3 & 6 \\ 4 & 7 \\ 5 & 8 \end{pmatrix},


maka:

A + B = \begin{pmatrix} 1 & 4 \\ 2 & 5 \\ 3 & 6 \end{pmatrix} + \begin{pmatrix} 3 & 6 \\ 4 & 7 \\ 5 & 8 \end{pmatrix}



= \begin{pmatrix} 1+3 & 4+6 \\ 2+4 & 5+7 \\ 3+5 & 6+8 \end{pmatrix} = \begin{pmatrix} 4 & 10 \\ 6 & 12 \\ 8 & 14 \end{pmatrix}

Lihat juga materi StudioBelajar.com lainnya:
Logika Matematika
Transformasi Geometri
Sama halnya dengan penjumlahan, pengurangan dapat dilakukan hanya jika dua matriks atau lebih, memiliki ordo yang sama. Pengurangan dilakukan terhadap elemen-elemen yang berposisi sama.

Contoh:

Jika \begin{pmatrix} 1 & 4 \\ 2 & 5 \\ 3 & 6 \end{pmatrix} dan B = \begin{pmatrix} 3 & 6 \\ 4 & 7 \\ 5 & 8 \end{pmatrix},

maka:

B - A = \begin{pmatrix} 3 & 6 \\ 4 & 7 \\ 5 & 8 \end{pmatrix} - \begin{pmatrix} 1 & 4 \\ 2 & 5 \\ 3 & 6 \end{pmatrix}

= \begin{pmatrix} 3-1 & 6-4 \\ 4-2 & 7-5 \\ 5-3 & 8-6 \end{pmatrix} = \begin{pmatrix} 2 & 2 \\ 2 & 2 \\ 2 & 2 \end{pmatrix}

Sifat dari penjumlahan dan pengurangan matriks:

A + B = B + A
(A + B) + C = A + (B + C)
A – B ≠ B – A
Perkalian Matriks
Matriks dapat dikalikan dengan sebuah bilangan bulat atau dengan matriks lain. Kedua perkalian tersebut memiliki syarat-syarat masing-masing.

Perkalian Matriks dengan bilangan bulat
Suatu matriks dapat dikalikan dengan bilangan bulat, maka hasil perkalian tersebut berupa matriks dengan elemen-elemennya yang merupakan hasil kali antara bilangan dan elemen-elemen matriks tersebut. Jika matriks A dikali dengan bilangan r, maka r.A = (r.a_{ij}). Contoh:

Jika \begin{pmatrix} 1 & 4 \\ 2 & 5 \\ 3 & 6 \end{pmatrix} dan bilangan r = 2, maka:

r.A = 2 . \begin{pmatrix} 1 & 4 \\ 2 & 5 \\ 3 & 6 \end{pmatrix} = \begin{pmatrix} 2.1 & 2.4 \\ 2.2 & 2.5 \\ 2.3 & 2.6 \end{pmatrix} = \begin{pmatrix} 2 & 8 \\ 4 & 10 \\ 6 & 12 \end{pmatrix}

Perkalian matriks dengan bilangan bulat dikombinasikan dengan penjumlahan atau pengurangan matriks dapat dilakukan pada matriks dengan ordo sama. Berikut sifat-sifat perkaliannya:

r(A + B) = rA + rB
r(A – B) = rA – rB
Perkalian dua matriks
Perkalian antara dua matriks yaitu matriks A dan B, dapat dilakukan jika jumlah kolom A sama dengan jumlah baris B. Perkalian tersebut menghasilkan suatu matriks dengan jumlah baris sama dengan matriks A dan jumlah saman dengan matriks B, sehingga:

perkalian matriks

Elemen-elemen matriks C_{(m \times s)} merupakan penjumlahan dari hasil kali elemen-elemen baris ke-i matriks A dengan kolom ke-j matiks B. Berikut skemanya:

perkalian elemen matriks

Misalkan matriks A memiliki ordo (3 x 4) dan matriks B memiliki ordo (4 x 2), maka matriks C memiliki ordo (3 x 2). Elemen C pada baris ke-2 dan kolom ke-2 atau a22 diperoleh dari jumlah hasil perkalian elemen-elemen baris ke-2 matriks A dan kolom ke 2 matriks B. Contoh:



Mau belajar materi ini dalam bentuk video? ( Klik Di Sini )
A = \begin{pmatrix} 2 & 1 & 4 & 3 \\ 2 & 5 & 1 & 2 \\ 1 & 3 & 2 & 2 \end{pmatrix} dan B = \begin{pmatrix} 1 & 3 \\ 3 & 2 \\ 2 & 5 \\ 1 & 4 \end{pmatrix}

maka:

A \cdot B = C = \begin{pmatrix} 2 & 1 & 4 & 3 \\ 2 & 5 & 1 & 2 \\ 1 & 3 & 2 & 2 \end{pmatrix} \cdot \begin{pmatrix} 1 & 3 \\ 3 & 2 \\ 2 & 5 \\ 1 & 4 \end{pmatrix}

C = \begin{pmatrix} (a_{11}b_{11} + a_{12}b_{21} + a_{13}b_{31} a_{14}b_{41}) & (a_{11}b_{12} + a_{12}b_{22} + a_{13}b_{32} a_{14}b_{42}) \\ (a_{21}b_{11} + a_{22}b_{21} + a_{23}b_{31} a_{24}b_{41}) & (a_{21}b_{12} + a_{22}b_{22} + a_{23}b_{32} a_{24}b_{42}) \\ (a_{31}b_{11} + a_{32}b_{21} + a_{33}b_{31} a_{34}b_{41}) & (a_{31}b_{12} + a_{32}b_{22} + a_{33}b_{32} a_{34}b_{42}) \end{pmatrix}

C = \begin{pmatrix}(2.1 + 1.3 + 4.2 + 3.1) & (2.3 + 1.2 + 4.5 + 3.4) \\ (2.1 + 5.3 + 1.2 + 2.1) & (2.3 + 5.2 + 1.5 + 2.4) \\ (1.1 + 3.3 + 2.2 + 2.1) & (1.3 + 3.2 + 2.5 + 2.4) \end{pmatrix}

C = \begin{pmatrix} 16 & 40 \\ 21 & 29 \\ 16 & 27 \end{pmatrix}

Perlu diingat sifat dari perkalian dua matriks bahwa:

A x B ≠ B x A

Sebagai pembuktian, diketahui A = \begin{pmatrix} 1 & 2 \\ 2 & 1 \end{pmatrix} dan B = \begin{pmatrix} 2 & 5 \\ 3 & 4 \end{pmatrix} maka:

AB = \begin{pmatrix} 1 & 2 \\ 2 & 1 \end{pmatrix} \begin{pmatrix} 2 & 5 \\ 3 & 4 \end{pmatrix} = \begin{pmatrix} 8 & 13 \\ 7 & 14 \end{pmatrix}

BA = \begin{pmatrix} 2 & 5 \\ 3 & 4 \end{pmatrix} \begin{pmatrix} 1 & 2 \\ 2 & 1 \end{pmatrix} = \begin{pmatrix} 12 & 9 \\ 11 & 10 \end{pmatrix}

Terbukti bahwa A x B ≠ B x A. Ada sifat-sifat lain dari perkalian matriks dengan bilangan atau dengan matriks lain, sebagai berikut:

k(AB) = (kA)B
ABC = (AB)C = A(BC)
A(B + C) = AB + AC
(A + B)C = AC + BC
Determinan Matriks
Determinan dari suatu matriks A diberi notasi tanda kurung, sehingga penulisannya adalah |A|. Determinan hanya bisa dilakukan pada matriks persegi.

Determinan matriks ordo 2×2
Jika A = \begin{matrix} a & b \\ c & d \end{matrix} maka determinan A adalah:

|A| = \begin{vmatrix} a & b \\ c & d \end{vmatrix} = ad - bc
Determinan matriks ordo 3×3 (aturan Sarrus)
Jika A = \begin{pmatrix} a & b & c \\ d & e & f \\ g & h & i \end{pmatrix} maka determinan A adalah:

determinan matriks

= aei + bfg + cdg – ceg – afh – bdi

Determinan matriks memiliki sifat-sifat berikut:

1. Determinan A = Determinan AT

2. Tanda determinan berubah jika 2 baris/2 kolom yang berdekatan dalam matriks ditukar

sifat sifat determinan matriks

3. Jika suatu baris atau kolom sebuah determinan matriks memiliki faktor p, maka p dapat dikeluarkan menjadi pengali.



Mau belajar materi ini dalam bentuk video? ( Klik Di Sini )
\begin{vmatrix} 1 & 2 & 5 \\ 2 & 6 & 8 \\ 4 & 5 & 2 \end{vmatrix} = \begin{vmatrix} 1 & 2 & 5 \\ (2.1) & (2.3) & (2.4) \\ 4 & 5 & 2 \end{vmatrix} = 2 \begin{vmatrix} 1 & 2 & 5 \\ 1 & 3 & 4 \\ 4 & 5 & 2 \end{vmatrix}

4. Jika dua baris atau dua kolom merupakan saling berkelipatan, maka nilai determinannya adalah 0.

\begin{vmatrix} 1 & 2 \\ 3 & 6 \end{vmatrix} = 3 \begin{vmatrix} 1 & 2 \\ 1 & 2 \end{vmatrix} = 3[(1.2) - (2.1)] = 0

5. Nilai determinan dari matriks segitiga atas atau bawah adalah hasil kali dari elemen-elemen diagonal saja.

\begin{pmatrix} 1 & 0 & 0 \\ 2 & 6 & 0 \\ 4 & 5 & 2 \end{pmatrix} = (1.6.2) = 12

Invers Matriks
Suatu matriks A memiliki invers (kebalikan) jika ada matriks B yang dapat membentuk persamaan AB = BA = I, dengan I adalah matriks identitas. Invers dari suatu matriks berordo (2 x 2) seperti A = \begin{matrix} a & b \\ c & d \end{matrix} dapat dirumuskan sebagai:

A^{-1} = \frac{1}{ad - bc} \begin{pmatrix} d & -b \\ -c & a \end{pmatrix}

Invers matriks memiliki sifat-sifat berikut:

AA-1 = A-1A = I
(A-1)-1 = A
(AB)-1 = B-1A-1
Jika AX = B, maka X = A-1B
Jika XA = B, maka X = BA-1
Contoh Soal Matriks dan Pembahasan
Contoh Soal 1
Suatu perkalian matriks \begin{pmatrix} 1 & x \end{pmatrix} \begin{pmatrix} 6 & -2 \\ -3 & 1 \end{pmatrix} \begin{pmatrix} 1 \\ x \end{pmatrix} menghasilkan matriks nol. Tentukan nilai x yang memenuhui persamaan tersebut!

Pembahasan:

\begin{pmatrix} 1 & x \end{pmatrix} \begin{pmatrix} 6 & -2 \\ -3 & 1 \end{pmatrix} \begin{pmatrix} 1 \\ x \end{pmatrix} = 0

\begin{pmatrix}6 - 3x & -2 + x \end{pmatrix} \begin{pmatrix} 1 \\ x \end{pmatrix} = 0

6 - 3x + (-2 + x)x = 0

x^2 - 2x - 3x + 6 = 0

x^2 - 5x + 6 = 0

(x-2)(x-3)

Maka nilai x yang memenuhi adalah x1 = 2 dan x2 = 3.

Contoh Soal 2
Jika matriks \begin{pmatrix} 9 & 7 \\ 5 & 4 \end{pmatrix} dan \begin{pmatrix} x-1 & x-12 \\ -x & x+4 \end{pmatrix} saling invers, tentukan nilai x!

Pembahasan:

Diketahui bahwa kedua matriks tersebut saling invers, maka berlaku syarat AA-1 = A-1A = I.

Sehingga:

\begin{pmatrix} 9 & 7 \\ 5 & 4 \end{pmatrix} \begin{pmatrix} x-1 & x-12 \\ -x & x+4 \end{pmatrix} = \begin{pmatrix} 1 & 0 \\ 0 & 1 \end{pmatrix}

\begin{pmatrix} 9(x-1) - 7x & 9(x-12) + 7(x+4) \\ 5(x-1) - 4x & 5(x-12) + 4(x+4) \end{pmatrix} = \begin{pmatrix} 1 & 0 \\ 0 & 1 \end{pmatrix}

Mau belajar materi ini dalam bentuk video? ( Klik Di Sini )
Sehingga pada elemen baris ke-1 kolom ke-1 memiliki persamaan:

9(x – 1) – 7x = 1

9x – 9 – 7x = 1

2x = 10

x = 5

Artikel: Matriks – Perkalian, Determinan, Invers, Rumus & Contoh Soal
Kontributor: Alwin Mulyanto, S.T.
Alumni Teknik Sipil FT UI

refrensi  https://www.studiobelajar.com/matriks-perkalian-determinan-invers/
Share:

5 wasiat kyai as'ad

5 Wasiat K.H. As’ad Syamsul Arifin untuk Para Santri



             – K.H. Raden As’ad Syamsul Arifin lahir di Mekah pada tahun 1897. Konon, pada usianya yang ke-11, ayahnya membawa As’ad kecil kembali ke kampung halamannya, Madura, Jawa Timur, dan tidak lama setelah itu pindah ke Asembagus, Situbondo, Jawa Timur.

Kontribusi Kiai As’ad untuk bangsa Indonesia sangat besar sekali. Beliau pernah mengomandoi Laskar Hizbullah dan memimpinnya bergerilya di daerah Besuki dan sekitarnya pada tahun 1945. Beliau merupakan pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukerojo, Situbondo, Jawa Timur. Beliau wafat pada 4 Agustus 1990.

Nah, ada 5 wasiat yang beliau titipkan untuk dipahami dan diamalkan dengan baik oleh para santri, seperti dikutip dari Muslimedianews.com. Berikut uraiannya:

1. Jangan Keluar dari NU

Kiprah Kiai As’ad berjuang membela negara melalui tidak diragukan lagi. Menurut Syamsul A. Hasan, seperti dikutip dari Antaranews.com, Kiai As’ad termasuk salah satu ulama yang berperan penting merumuskan Resolusi Jihad bersama K.H. Hasyim Asyari.

Poin keempat Resolusi Jihad berbunyi, “Umat Islam, terutama Nahdlatul Ulama wajib mengangkat senjata melawan Belanda dan kawan-kawannya yang hendak kembali menjajah Indonesia.”

Usai rapat Resolusi Jihadi, Kiai As’ad menggerakkan ulama-ulama dan warga Sampang, Pamekasan, dan Sumenep untuk ikut berjihad melawan penjajah. Karena andilnya yang besar dalam NU ini, Kiai As’ad berpesan pada para santrinya agar selalu berpegang dengan ajaran-ajaran NU.

Bahkan beliau mewanti-wanti santrinya yang keluar dari NU, “Santri Sukerejo yang keluar dari NU, jangan berharap berkumpul dengan saya di akhirat.” Mungkin yang dimaksud Kiai As’ad itu keluar dari amaliah yang menjadi kultur warga NU.

Baca juga:  K.H. Zayadi Muhajir, Ulama Besar Betawi yang Makamnya Banyak Diziarahi

2. Khidmah pada Umat

Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Orang terbaik di antara kalian itu mereka yang paling bermanfaat untuk sesama.” Nah, rupanya hadis ini betul-betul ditanamkan Kiai As’ad pada para santrinya.

Buktinya, beliau berwasiat agar para santrinya berkhidmah untuk umat. Paling tidak, Kiai As’ad menekankan dalam tiga aspek, yaitu pendidikan Islam, dakwah melalui NU, dan ekonomi masyarakat.

Menurut Kiai As’ad, santri Kiai As’ad yang alim tapi tidak memikirkan atau mengeluarkan hartanya untuk khidmah umat, pasti hidupnya tidak akan mendapatkan kesempurnaan. Namun sebaliknya, walaupun santri beliau bodoh dan miskin, tapi masih mau memikirkan untuk khidmah pada umat, maka hidupnya akan bahagia.

3. Istikamah

Istikamah itu sikap teguh pendirian dan selalu konsekuen dalam mengerjakan sebuah aktivitas. Para ulama salih menyebutkan bahwa istikamah itu lebih baik daripada seribu karamah, sementara karamah hanya dapat dicapai dengan cara istikamah.

Dalam istilah tasawuf, karamah dikenal sebagai suatu anugerah dan kelebihan yang Allah berikan pada para kekasih-Nya. Karamah itu bisa berupa banyak hal, seperti menyembuhkan penyakit yang sulit disembuhkan, berjalan di atas air, menghilang, dan lain sebagainya.

Walaupun demikian, tujuan kita istikamah janganlah hanya semata mengharapkan sesuatu anugerah tersebut. Biarkan Allah yang memilihkan anugerah apa yang pantas untuk kita, dan setelah itu dapat kita gunakan untuk kemaslahatan umat. Karena pentingnya istikamah, Kiai As’ad berpesan agar para santrinya tidak meninggalkan mengistikamahkan membaca Ratib al-Haddad.

Baca juga:  Mau Maju? Umat Islam Indonesia Harus Punya Sifat-sifat Ini!

4. Jujur, Giat, dan Ikhlas

Kiai As’ad juga berpesan agar para santrinya selalu bersikap jujur, bekerja dengan giat, dan ikhlas dalam mengerjakan apa pun. Bila santrinya mengamalkan tiga prinsip ini, beliau menjamin mereka akan selamat dan jaya dalam hidupnya. Bahkan, Kiai Asad juga menganggap semua orang yang mengamalkan tiga prinsip tersebut sebagai santrinya, walaupun tidak pernah nyantri di pesantren beliau.

5. Pendirian yang Teguh

Santri yang berkarakter itu mereka yang memiliki pendirian teguh dalam mengamalkan dan menyebarkan nilai-nilai kebaikan yang telah didapatkan dari pesantren. Selain mengamalkan ilmu yang telah didapatkan dari pesantren, santri juga harus bisa mengajak masyarakat melakukan kebaikan. Inilah yang disebut dengan ilmu bermanfaat.

“Santri saya yang pendiriannya tidak sama dengan saya, saya tidak ikut bertanggung jawab di hadirat Allah Swt.,” demikian salah satu wasiat Kiai As’ad. Keempat poin sebelumnya merupakan beberapa pendirian Kiai As’ad yang harus dilaksanakan para santri.
Share:

PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA

Dosen : Moh.Rosyidi MM.


BAB I
Konsep Bahasa dan Fungsi Bahasa


A.  Konsepsi Bahasa

Sampai dengan abad XXI ini perkembangan ilmu dan teknologimenunjukkan bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasaInggris sebagai bahasa internasional sangat berperan sebagai sarana komunikasi.
Pengertian BAHASA adalah sarana komunikasi antaranggota masyarakat dalam menyampaikan ide dan perasaan secara lisan atau tulis.
Kaidah bahasa dalam sistem tersebut mencakup beberapa hal berikut.

(1) Sistem lambang yang bermakna dapat dipahami dengan baik oleh masyarakatnya.
(2) Berdasarkan kesepakatan masyarakat pemakainya, sistem bahasa itu bersifat konvensional.
(3) Lambang sebagai huruf (fonemis) bersifat manasuka atau kesepakatan
pemakainya (arbitrer)
(4) Sistemlambang yang terbatas itu (A—Z: 26 huruf) mampu menghasilkan kata, bentukan kata, frasa, klausa, dan kalimat yan tidakterbatas dan sangat produktif.
(5) Sistem lambang itu (fonemis) tidak sama dengan sistem lambang bahasa lain seperti sistem lambang bahasa Jepang (Lambang hirakana atau silabis)
(6) Sistem lambang bahasa itu dibentuk berdasarkan aturan yang bersifat universal sehingga dapat sana dengan sistemlambang bahasa lain. Unsur dalam sistem lambang tersebut menunjukkan bahwa bahasa itu bersifat unik, khas, dan dapat dipahami masyarakat.
B.  Fungsi Bahasa


Fungsi bahasa yang utama dan pertama sudah terlihat dalam konsepsi bahasa di atas, yaitu fungsi komunikasi dalam bahasa berlaku bagi semua
bahasa apapun dan dimanapun. Dalam berbagai literatur bahasa, ahli bahasa (linguis) bersepakat dengan fungsi-fungsi bahasa berikut:
1. fungsi ekspresi dalam bahasa
2. fungsi komunikasi dalam bahasa
3. fungsi adaptasi dan integrasi dalam bahasa
4. fungsi kontrol sosial (direktif dalam bahasa)
Di samping fungsi-fungsi utama tersebut, Gorys Keraf menambahkan beberapa fungsi lain sebagai pelengkap fungsi utama tersebut. Fungsi tambahan itu adalah:
1. Fungsi lebih mengenal kemampuan diri sendiri.
2. Fungsi lebih memahami orang lain;
3. Fungsi belajar mengamati dunia, bidang ilmu di sekitar dengan cermat.
4. Fungsi mengembangkan proses berpikir yang jelas, runtut, teratur, terarah, dan logis;
5. Fungsi mengembangkan atau memengaruhi orang lain dengan baik dan menarik (fatik). (Keraf, 1994: 3-10)
6. Fungsi mengembangkan kemungkinan kecerdasan ganda:
1)   Fungsi pernyataan ekspresi diri
 Fungsi pertama ini, pernyataan ekspresi diri, menyatakan sesuatu yang akan disampaikan oleh penulis atau pembicara sebagai eksistensi diri dengan maksud:
a. Menarik perhatian orang lain (persuasif dan provokatif),
b. Membebaskan diri dari semua tekanan dalam diri seperti emosi,
c. Melatih diri untuk menyampaikan suatu ide dengan baik,
d. Menunjukkan keberanian (convidence) penyampaikan ide.

2) Fungsi Komunikasi
Fungsi komunikasi merupakan fungsi bahasa yang kedua setelah fungsi ekspresi diri. Maksudnya, komunikasi tidak akan terwujud tanpa dimulai dengan ekspresi diri. Komunikasi merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi, yaitu komunikasi tidak akan sempurna jika ekspresi diri tidak diterima oleh orang lain.
3) Fungsi integrasi dan adaptasi sosial
Fungsi peningkatan (integrasi) dan penyesuaian (adaptasi) diri dalam suatu lingkungan merupakan kekhususan dalam bersosialisasi baik dalam lingkungan sendiri maupun dalam lingkungan baru. 
4) Fungsi kontrol sosial
 Kontrol sosial sebagai fungsi bahasa bermaksud memengaruhi perilaku dan tindakan orang dalam masyarakat, sehingga seseorang itu terlibat dalam komunikasi dan dapat saling memahami.
5. Fungsi membentuk karakter diri
6. Fungsi membangun dan mengembangkan profesi diri
        7. Fungsi menciptakan berbagai kreativitas baru 
                                                                                     (Widiono, 2005: 11-18)
Share:

DASAR PEMROGGRAMAN

Dosen : Sunardi S.Si M.Kom

DASAR-DASAR PEMROGRAMAN
A.Pengertian Komputer
  Komputer adalah sebuah mesin hitung elektronik yang secara cepat dapat menerima masukan digital, mengelolah informasi / data berdasarkan seperangkat intruksi yang tersimpan dalam komputer tersebut, dan menghasilkan keluaran informasi yang dihasilkan setelah pengolahan data. Biasanya Data atau informasi tersebut akan diolah menurut prosedur yang telah dirumuskan oleh para programmer.
B.Struktur Komputer
Central Processing Unit (CPU),
Berfungsi sebagai pengontrol operasi komputer dan pusat pengeloahan fungsi-fungsi komputer.
Memori Utama,
Berfungsi sebagai penyimpanan data.
I/O (Input & Output),
Berfungsi untuk memindahkan data ke lingkungan luar, atau ke dalam, atau perangkat lainya

System Interconnection,
Merupakan sistem yang menghubungkan CPU, Memori utama dan I/O
C.Operasi Komputer
Pemindahan Data Komputer
Penyimpanan Data Pada Komputer
Pengolahan Data Pada Penyimpanan
Pengolahan dari Penyimpanan ke I/O
D.Sistem Bilangan
1.Bilangan Decimal
Sistem bilangan decimal adalah sistem yang menggunakan basis 10 (deca), Menggunakan 10 macam simbol bilangan yaitu 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9. dan Sistem bilang desimal merupakan yang paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari manusia.
Sistem bilangan desimal dapat berupa integer decimal (bilangan bulat) dan dapat juga berupa pecahan desimal
2.Bilangan Biner
Sistem bilangan biner adalah sistem bilangan yang menggunakan basis 2 yang terdiri dari 2 macam simbol bilangan berbentuk digit angka yaitu 0 dan 1. Yang dipopulerkan oleh John Von Neumann
3.Bilangan Oktal
Sistem Bilangan Oktal adalah sistem bilangan yang menggunakan basis 8 (octal), dan menggunakan 8 macam simbol bilangan berbentuk digit angka yaitu 0,1,2,3,4,5,6,7
4.Bilangan hexadicimal
Sistem bilangan hexadecimal adalah sistem bilangan yang menggunakan basis 16 (hexa). Menggunakan 16 macam simbol bilangan, yaitu 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E,F.
Untuk simbol A mewakili angka 10, B mewakili angka 11 dan seterusnya hingga F yang mewakili angka 15.
E.Bahasa Pemrograman
Bahasa pemrograman, atau sering diistilahkan juga dengan bahasa komputer atau bahasa pemrograman
komputer, adalah instruksi standar untuk memerintah komputer
Tingkatan bahasa pemrograman :
1.Bahasa Mesin, contoh biner : 1101001011010
2.Bahasa tingkat rendah, contoh Assembler
3.Bahasa tingkat tinggi, contoh : bahasa C, Pascal, dll
F.Dasar-dasar Pemrograman
Konsep Algoritma dan Pemrograman
Tipe Data, Variabel dan Operator
Struktur Pemrograman (I/O)
Struktur Pemrograman (Logika)
Struktur Pemrograman (Looping)
Array dan Pointer
Prosedur dan Fungsi
G.Sejaharah Bahasa C++
- Pertama kali digunakan bahasa mesin yang hanya mengenal 1 dan 0.
- Kemudian dibuat statemen-statemen khusus (mnemonic) seperti ADD, MOV, JMP. Bahasa ini disebut bahasa assembly.
- Tahun 1969, Lab Bell AT&T menggunakan bahasa assembly untuk membuat Sistem Operasi UNIX.
- Ken Thompson mengembangkan bahasa B (BCPL) untuk merevisi UNIX. Bahasa B masih lambat.
- Tahun 1971, Dennis Ritchie mengem-bangkan bahasa C untuk merevisi UNIX.
- Bahasa C menjadi terkenal di industri perangkat lunak, diantaranya digunakan untuk membuat sistem operasi Windows.
- Tahun 1983, Bjarne Stroustrup menambah fasilitas OOP (Object Oriented  Programming) pada C, disebut C++.
Share:

fans berat

kiriman

kiriman(postingan)

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.